
OborSulut.com,Langowan – Suhu politik di Minahasa, khususnya di 131 desa yang akan menggelar pemilihan Hukum Tua kian meningkat. Setelah resmi mendaftar sebagai bakal calon Hukum Tua, warga mulai membentuk kubu-kubuan mendukung calon mereka masing-masing.
Hasil pantauan dan informasi yang diterima Oborsulut.Com setiap malam puluhan warga mendatangi dan berkumpul di rumah para bakal calon. Melihat kondisi tersebut, masyarakat (pendukung) diimbau untuk tetap menjaga keamanan dan situasi yang kondusif. Denny Kalangi dan Dharma Palar yang juga tokoh masyarakat Minahasa kepada Oborsulut.com, Kamis ,(30/4/2026) mengimbau agar para balon hukum tua dapat mengendalikan para pendukungnya.
Yaitu tidak saling menjelekkan maupun memfitnah. “Saya melihat ada beberapa desa yang tensi politiknya naik. Tapi ada desa yang biasa-biasa saja. Saya mengharapkan agar pilhut berjalan aman, lancar dan damai,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Minahasa. Sementara itu Dharma Palar yang juga anggota DPRD Minahasa mengatakan Pilhut merupakan wujud partisipasi masyarakat desa dalam menentukan kepemimpinan lokal yang kondusif.
“Sebab itu saya harap agar kepala desa yang terpilih nanti benar-benar memiliki wawasan yang luas dan berkualitas,” kata Dharma yang juga mantan Hukum Tua Desa Kiawa. Info yang diterima dari Kadis PMD hu Minahasa, Alex Mamesah batas penetapan calon Hukum Tua tanggal 10 Mei. (Adi Palit)




