
OborSulut.com,Kawangkoan – Semangat kebersamaan dan komitmen membangun Sulawesi Utara mewarnai pembukaan Sidang Raya ke-35 Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) yang digelar di Kiawa Resort, Kawangkoan Utara, Selasa (30/6/2026).
Hari kedua pelaksaan Sidang Raya KGPM, Acara terasa istimewa dengan kehadiran langsung Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. (YSK). Kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Utara ini disambut hangat oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan KGPM, serta Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM, Gbl. Dr. Francky Londa, S.Th., M.A.
Dalam sambutannya, Gbl. Dr. Francky Londa menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Gubernur di tengah padatnya agenda pemerintahan. “Di tengah bumi yang sedang menghadapi krisis global, kehadiran Bapak Gubernur untuk membawakan materi tentang Gereja dan Kebangsaan menjadi berkat tersendiri bagi momentum pesta iman KGPM ini,” ujar Gbl. Francky Londa dengan penuh sukacita.
Kehadiran Yulius Selvanus bukan sekadar seremonial. Ia hadir untuk berdialog, berbagi gagasan, dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan gereja dalam membangun karakter masyarakat. Gubernur YSK menegaskan bahwa pembangunan Sulawesi Utara harus berpijak pada semangat persatuan, kolaborasi, dan kepedulian yang merata kepada seluruh lapisan masyarakat.
”Pemimpin harus hadir di tengah umat, bukan hanya untuk seremoni, tetapi untuk menguatkan kebersamaan dan memastikan nilai-nilai pelayanan menjadi fondasi dalam membangun daerah,” ungkap Gubernur YSK saat memaparkan materinya.
Melalui dialog bertajuk Gereja dan Kebangsaan di Tengah Krisis Global ini, KGPM dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan komitmen nyata untuk berjalan beriringan. Momentum ini menjadi titik tolak penting bagi KGPM dalam mempertegas perannya sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keutuhan bangsa, di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.
Sidang Raya ke-35 ini diharapkan mampu menghasilkan pemikiran-pemikiran strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi internal gereja, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara secara luas.(her)




