
OborSulut.com,Kawangkoan – Sidang Raya ke-35 Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) yang berlangsung di Kiawa Resort, Jemaat Sola Gratia Kiawa, menjadi momentum bersejarah bagi gereja ini.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta, Jawa Barat, hingga Yogyakarta ini, tidak hanya menjadi ajang persidangan, tetapi juga ruang untuk menyuarakan aspirasi penguatan pelayanan gereja di tingkat jemaat.
Yandis Laluyan, Ketua Badan Pekerja Sidang (BPS) dari KGPM Sidang Daniel, Pacuan Kuda, Jakarta, dilokasi kegiatan, Jumat (3/7/2026) mengungkapkan kekagumannya atas kesiapan panitia pelaksana. Menurutnya, lokasi Sidang Raya kali ini sangat representatif untuk menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.
“Respon panitia, khususnya Jemaat Sola Gratia Kiawa, sangat cepat dan luar biasa. Mereka memberikan yang terbaik untuk menyukseskan Sidang Raya ke-35 ini,” ujar Yandis.
Mengusung Visi “Yesus Kristus dalam Kebangsaan”
Dalam partisipasinya, Yandis membawa misi strategis bagi KGPM. Ia mengusulkan agar tagline “Yesus Kristus dalam Kebangsaan, Kebangsaan dalam Yesus Kristus” tidak sekadar menjadi semboyan, melainkan diformalkan ke dalam nomenklatur resmi.
“Ini adalah ciri khas yang ingin kami tawarkan kepada sidang yang terhormat.
Harapannya, ini dapat menjadi sapaan khas warga KGPM dalam melayani Tuhan sebagai cerminan identitas kita yang tidak terpisahkan dari semangat kebangsaan,” jelasnya.
Prioritas bagi Jemaat dan Wilayah Terluar
Di sisi lain, perhelatan ini juga menyoroti pentingnya pemerataan perhatian pimpinan terhadap jemaat-jemaat yang berada di wilayah terluar. Senada dengan Yandis, perwakilan jemaat dari Kabupaten Talaud menekankan perlunya prioritas perhatian dari pucuk pimpinan KGPM bagi pelayanan di daerah-daerah perbatasan.
Yandis pun berharap agar pimpinan KGPM yang terpilih nantinya dapat lebih proaktif menjangkau jemaat. “Harapan kami, pimpinan terpilih ke depan semakin peka melihat kebutuhan di sidang-sidang dan wilayah.
Kami berharap Ketua Umum bisa lebih sering hadir langsung menyapa jemaat agar sinergi pelayanan dapat terjalin lebih erat,” tambahnya.
Sidang Raya ke-35 ini diharapkan menjadi titik balik bagi KGPM untuk semakin solid, interaktif, dan responsif terhadap visi-misi gereja, sekaligus memastikan bahwa setiap jemaat—baik di pusat kota maupun di pelosok negeri—merasakan sentuhan pelayanan yang merata.(her)




