
OborSulut.com,Tondano – Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat fenomena El Nino yang diprediksi memicu musim kemarau berkepanjangan di wilayah Minahasa pada tahun 2026.
Langkah antisipatif ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P. bersama Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P. Tujuannya untuk memperkuat kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi berbagai ancaman risiko, mulai dari kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga ancaman terhadap sektor ketahanan pangan.
Kepala BPBD Kabupaten Minahasa, Shandro A. Mogot, S.E., M.Si., menegaskan bahwa seluruh jajaran birokrasi pemerintahan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan harus bergerak cepat mengambil langkah pencegahan dini guna meminimalisir dampak buruk dari fenomena alam tersebut.
Para camat, hukum tua, dan lurah diinstruksikan untuk proaktif menyebarluaskan informasi dan imbauan kepada warga melalui sarana pengeras suara mobile, pusat informasi desa/kelurahan, serta pemanfaatan berbagai kanal komunikasi guna mendongkrak kesadaran publik.
“Pencegahan adalah langkah terbaik dalam menghadapi potensi bencana. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, dan mematuhi setiap imbauan yang telah disampaikan pemerintah,” ujar Shandro, Senin (3/8/2026).
Poin Penting Imbauan BPBD Minahasa:
- Pengelolaan Sumber Daya Air: Masyarakat diimbau untuk menggunakan air bersih secara bijak dan hemat demi mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat kekeringan.
- Pencegahan Kebakaran: Warga dilarang keras membuka lahan pertanian dengan cara membakar, membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok di area lahan kering, serta diwajibkan memastikan instalasi listrik dan kompor gas dalam kondisi aman.
- Mitigasi Kesehatan: Mengingat potensi debu dan ISPA, warga disarankan mengenakan masker saat beraktivitas di udara berdebu, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga imunitas tubuh, dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernapasan.
- Pelaporan Cepat: BPBD meminta masyarakat untuk sigap melaporkan potensi atau kejadian bencana secara cepat dan terkoordinasi dengan menyertakan identitas pelapor, jenis bencana, titik lokasi, serta dokumentasi visual melalui instansi terkait.
Mengusung semangat “Minahasa Tangguh, Tanggap, Terlindungi,” Pemkab Minahasa terus mendorong kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman dan siaga bencana.
“Waspada hari ini, aman di masa depan. Mari bersama cegah bencana, selamatkan diri, lindungi keluarga, dan lindungi sesama,” tutup Shandro.(her)




