
OborSulut.com,Kawangkoan – Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., menghadiri sekaligus memberikan arahan tegas dalam Ibadah Pembukaan Hari Persatuan Pemuda (Hapsa) GMIM Wilayah Kawangkoan Tahun 2026 di GMIM Zaitun Kiawa, Kecamatan Kawangkoan Utara, Minggu (11/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup mengingatkan para Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) untuk menjaga konsistensi semangat pelayanan serta berani mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.
Kegiatan Hapsa Pemuda GMIM 2026 mengusung tema “REKINDLE”, yang memiliki makna mendalam untuk menyalakan kembali dan mengobarkan karunia Allah di dalam diri generasi muda.
Rangkaian acara yang diawali dengan ibadah pembukaan dan dilanjutkan gerak jalan ini direncanakan berlangsung hingga pertengahan November 2026 sebagai momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan membangkitkan spirit pelayanan.
Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pdt. Junisar Watulangkow, M.Th., dengan pembacaan Alkitab dari Roma 12:9-12. Dalam khotbahnya, Pdt. Junisar menekankan bahwa iman dan kesetiaan melayani tidak boleh berhenti pada seremonial atau keikutsertaan dalam perlombaan semata.
”Orang yang telah menerima kasih dan keselamatan dari Allah sepatutnya menyerahkan seluruh hidupnya kepada-Nya. Iman dan semangat pelayanan harus terus menyala, tidak boleh kendor,” tegas Pdt. Junisar dalam perenungannya.
Menyambung pesan firman tersebut, Wakil Bupati Vanda Sarundajang atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat dan apresiasinya. Vanda berharap agenda Hapsa ini tidak dijebak oleh rutinitas gerejawi, melainkan menjadi wadah pembaharuan komitmen iman dan sosial.
Wabup menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan masa depan yang harus berani mengambil peran dalam pembangunan hari ini.
Menjadi Obor Pembangunan: Pemuda diajak untuk memberi teladan positif, membawa semangat perubahan, dan memberi kontribusi nyata bagi Minahasa.
Vanda Sarundajang mengingatkan agar pemuda menghindari sikap “suam-suam kuku” atau kejenuhan dalam panggilan pelayanan. “Jangan kasih kendor. Pemuda bukan hanya harapan keluarga dan gereja, tetapi juga harapan bangsa dan negara,” cetusnya.
Lebih lanjut, pemuda GMIM dipandang sebagai mitra strategis pemerintah yang diharapkan mampu melihat serta memanfaatkan berbagai peluang untuk mengembangkan potensi diri demi kemajuan bersama.
Di luar aspek spiritual dan pembangunan, Wabup Vanda Sarundajang memberikan imbauan khusus terkait fenomena El Niño yang memicu kemarau dan kekeringan panjang di Minahasa. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa, tercatat hampir 300 kejadian kebakaran telah ditangani hingga sehari sebelum acara berlangsung. Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat.
Vanda secara khusus mengajak para pemuda GMIM untuk peka terhadap lingkungan sekitar, turut serta dalam pencegahan kebakaran, serta menghindari tindakan-tindakan berisiko yang dapat memicu terjadinya kebakaran di tengah cuaca ekstrem saat ini.(her)




