
OborSulut.com,Tondano -Sosok yang dikenal bersahaja namun kaya akan rekam jejak pengabdian, Meidy Rengkuan, SH., MAP., kembali dipercaya warga jemaat untuk mengemban tugas pelayanan sebagai Penatua Pria/Kaum Bapa (Pnt PKB) Jemaat GMIM Bethlehem Tataaran 1, Wilayah Tondano Enam.
Kepercayaan ini mempertegas komitmennya dalam menjaga harmoni antara pelayanan di altar gereja dan tanggung jawab besar di dunia birokrasi pemerintahan.
Perjalanan karier Meidy Rengkuan mencerminkan transformasi kepemimpinan yang matang. Mengawali kiprah profesionalnya sebagai advokat, ia kemudian mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Minahasa. Berbagai posisi strategis pernah diampunya, mulai dari Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Eris, Kasubag Perlengkapan, hingga menjabat Camat Tondano Selatan selama lebih dari empat tahun.
Di bawah kepemimpinannya saat menjabat Camat Tondano Selatan, prestasi gemilang berhasil diraih dengan menyabet Juara I Pelayanan Publik Tingkat Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2009 serta konsistensi penuntasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Keberhasilan serupa berlanjut saat ia menahkodai Kecamatan Tondano Barat dan Kecamatan Kawangkoan Barat—di mana Desa Kanonang Dua sukses menyabet Juara I Lomba Desa Tingkat Nasional pada tahun 2014.
Rekam jejaknya semakin lengkap usai memimpin Satuan Polisi Pamong Praja hingga kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Minahasa.
Sebagai Nahkoda Dukcapil Minahasa, Meidy terus menghadirkan terobosan berorientasi publik. Tiga inovasi unggulannya meliputi:
Pelayanan Jemput Bola (JEBOL): Mendatangkan langsung layanan dokumen kependudukan bagi masyarakat yang terkendala jarak dan akses.
Mepatik Se Tou (Menulis Orang Lahir): Pelayanan terintegrasi untuk penerbitan Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan Kartu Keluarga (KK) secara serentak.
TitisanMinahasa: Akselerasi pelayanan digital berfokus pada integrasi data kependudukan daerah.
Di balik kesuksesan birokrasi tersebut, panggilan melayani sebagai Penatua PKB GMIM Bethlehem Tataaran 1 dipandangnya sebagai amanah iman.
Bagi Meidy, peran Penatua PKB sangat strategis untuk membina keteladanan Pria/Kaum Bapa di tengah keluarga, gereja, maupun masyarakat.
”Pelayanan di gereja dan pengabdian di pemerintahan sama-sama menuntut kerendahan hati, integritas, serta kepedulian terhadap sesama. Muara dari keduanya adalah bagaimana kehidupan kita bisa menjadi berkat bagi orang lain,” ungkapnya
Kembali terpilihnya Meidy Rengkuan diharapkan makin memperkokoh persekutuan jemaat, menghidupkan semangat kebersamaan, serta menginspirasi kaum bapak untuk terus menjadi teladan di tengah tantangan zaman.(Adi/her)




