
OborSulut.com,Tompaso — Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sulawesi Utara terus mematangkan persiapan menjelang gelaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Seri 2 yang akan berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Tompaso.
Caretaker Ketua Pengprov Pordasi Sulut, James Waani, didampingi Sekretaris Pordasi Kabupaten Minahasa, Wanly Lempoy saat ditemui oborsulut.com Selasa pagi (20/10/2026) menyampaikan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan kini sedang dimaksimalkan demi kelancaran ajang bergengsi tingkat nasional ini.
Kejurnas Seri 2 ini dipastikan bakal berlangsung sengit dengan hadirnya 14 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Aceh, Sumatera Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, hingga tuan rumah Sulawesi Utara. Total sebanyak 88 ekor kuda terbaik nasional dipastikan ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini.
Sebagai tuan rumah, Sulawesi Utara menyatakan kesiapannya untuk tampil maksimal dengan menurunkan 16 ekor kuda terbaik.
”Sulut siap menargetkan Juara Umum. Kami berharap seluruh kuda yang diturunkan mampu memberikan performa terbaik dan membawa hasil maksimal bagi daerah,” ujar James Waani.
Guna menjamin kelancaran dan ketertiban acara, pihak penyelenggara juga telah menjalin kerja sama keamanan dengan jajaran Polda Sulut dan Polres Minahasa. Tak hanya dari sisi olahraga, dampak ekonomi warga sekitar juga mulai terasa.
Sejak digelarnya event Sulut Derby sebelumnya, ajang ini terbukti menarik minat para pelaku UMKM lokal yang memenuhi tenant-tenant di area gelanggang.
Persiapan Teknis dan Pujian Dewan Stewart
Dari segi teknis, Ketua Dewan Stewart PP Pordasi, Katompo, menyatakan bahwa proses persiapan berjalan lancar tanpa kendala berarti, termasuk tahap pengukuran kuda dan koordinasi kontingen yang sudah klop.
”Untuk arena pacuan secara umum sudah sangat baik. Hanya perlu sedikit penambahan pasir serta pembersihan kerikil di lintasan,” jelas Katompo.
Ia juga secara khusus memuji kualitas dan kesiapan kontingen Sulawesi Utara, serta menilai tuan rumah memiliki peluang yang sangat besar untuk meraih predikat juara umum.
Sementara itu, Hakim Pacuan, Reki Tuwo, menegaskan bahwa penentuan pemenang akan dilakukan secara ketat dan obyektif. Penilaian didasarkan pada urutan kuda yang menyentuh garis finish, pencatatan waktu yang akurat, serta penyesuaian jarak tempuh kategori perlombaan.(her)




