
OborSulut.com,Manado – Walikota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Walikota Richard Sualang menghadiri kegiatan Tatap Muka Triwulan I bersama pimpinan rumah ibadah se-Kota Manado, yang digelar pada Jumat, (13 /03/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Antar Umat Beragama Kota Manado bekerja sama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Manado sebagai wadah mempererat komunikasi dan memperkuat sinergi antarumat beragama di ibu kota Sulawesi Utara.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini turut dihadiri oleh Kombes Pol. Irham Halid selaku Kapolresta Manado, Asisten I Setda Kota Manado Yulises Oehlers, Kepala BKPSDM Otniel Tewal, Kabag Kesra Yanni Ohy, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, Ketua Presidium BKSAUA Pdt. Judi Tunari, jajaran pengurus BKSAUA, pimpinan rumah ibadah, serta sejumlah tokoh agama dari berbagai denominasi dan agama di Kota Manado.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa pembukaan. Dalam sambutan awalnya, Ketua Presidium BKSAUA Kota Manado Pdt. Judi Tunari menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan tersebut yang menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah.
Ia juga menyoroti salah satu program BKSAUA yang mendukung gerakan nasional kebersihan lingkungan melalui Gerakan Indonesia Asri, yang diimplementasikan melalui kegiatan bersih-bersih di lingkungan rumah ibadah di Kota Manado.
Dalam sambutannya, Wali Kota Manado Andrei Angouw menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama para tokoh agama yang selama ini telah menjaga keharmonisan serta stabilitas sosial di Kota Manado. Ia menegaskan pentingnya sinergi yang terus terjalin antara pemerintah daerah dan para pemuka agama.
Wali Kota juga memberikan perhatian khusus pada isu kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. Ia mengajak para tokoh agama untuk turut mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan penggunaan plastik melalui peraturan wali kota yang telah diterbitkan.
Peran tokoh agama sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membentuk etos kerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wali Kota.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis antar tokoh agama agar dapat menjadi teladan bagi umat masing-masing, sekaligus menjaga kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan Kota Manado.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyinggung perkembangan situasi global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang mulai berdampak pada kondisi ekonomi, termasuk kenaikan harga minyak bumi dan kelangkaan LPG yang turut dirasakan masyarakat.
Meski demikian, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang juga berdampak pada pemerintah daerah, Wali Kota memastikan bahwa insentif bagi tokoh agama di Kota Manado tetap akan dipertahankan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di daerah.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, umat Hindu yang menyambut Hari Raya Nyepi, serta umat Kristiani yang akan memasuki masa perayaan Paskah.
Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid dalam arahannya menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, rasa aman merupakan modal utama bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Kapolresta juga memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Polresta Manado melalui kegiatan silaturahmi kamtibmas yang melibatkan masyarakat dan tokoh agama sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai ancaman sosial yang berkembang melalui media sosial, termasuk potensi penyebaran paham radikalisme melalui platform digital dan permainan daring, serta maraknya konten pornografi.
Selain itu, Kapolresta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba dan peredaran minuman keras yang banyak menyasar kalangan generasi muda.
“Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga anak-anak kita agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan yang merusak masa depan mereka,” tegasnya.
Melalui pertemuan triwulanan ini, diharapkan komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para tokoh agama di Kota Manado semakin solid dalam menjaga kerukunan, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat. (Adi P)




