
OborSulut.com,Kawangkoan – Upaya pencarian terhadap seorang anak perempuan yang dilaporkan hilang di kawasan wisata Air Terjun Paris, Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, terus diintensifkan. Hingga memasuki hari kedua, tim gabungan masih berjuang menyisir lokasi yang dikenal memiliki medan cukup menantang tersebut.
Korban diketahui bernama Queentania Makal, bocah berusia 11 tahun asal Desa Ampreng, Kecamatan Langowan Barat. Ia dikabarkan hilang di kompleks air terjun sejak Sabtu (23/05/2026) kemarin.
Camat Kawangkoan Barat, Heppi Lumintang, S.H., saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa seluruh elemen terkait telah dikerahkan ke lokasi sejak laporan kehilangan diterima. Namun, hingga menjelang siang, titik terang keberadaan korban belum juga ditemukan.
Pencarian orang hilang di lokasi Air Terjun Desa Kayuuwi terus digiatkan sejak dikabarkan hilang. Namun, sampai pukul 11.30 WITA, belum ada hasil menggembirakan tentang keberadaan korban,” ujar Heppi, Minggu (24/05/2026).
Sinergi Lintas Sektor di Posko Pencarian
Guna memaksimalkan proses evakuasi dan efisiensi pergerakan di lapangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa langsung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) darurat di sekitar lokasi kejadian.
Rapat ini menjadi krusial untuk memetakan radius pencarian yang lebih luas dan membagi tugas tim di medan yang terjal. Sinergi besar pun tercipta dengan keterlibatan berbagai pihak yang bahu-membahu dalam misi kemanusiaan ini.
- Tim gabungan yang terjun langsung ke lapangan meliputi:BASARNAS dan BPBD Kabupaten Minahasa sebagai komando teknis pencarian.
- Satpol PP Kabupaten Minahasa Selatan dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa.
- Pemerintah Setempat, termasuk Pemerintah Kecamatan Kawangkoan Barat, Pemerintah Langowan Barat, serta Pemerintah Desa Kayuuwi.
- Relawan Penanggulangan Bencana Kwarcab Minahasa.
- Masyarakat Sekitar yang ikut membantu menyisir area hutan dan aliran sungai di sekitar air terjun.
Kondisi geografis di sekitar Air Terjun Paris yang dipenuhi batuan licin dan arus air menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan. Meski demikian, tim gabungan menegaskan tidak akan mengendurkan pencarian dan berharap dukungan doa dari seluruh masyarakat agar Queentania dapat segera ditemukan.(her)




