
OborSulut.com, Tompaso – Kelulusan sekolah biasanya diidentikkan dengan seremonial singkat yang selesai dalam beberapa jam. Namun, atmosfer berbeda dan penuh kekhasan selalu tersaji di SD Advent Tompaso. Sekolah ini kembali mempertahankan tradisi turun-temurunnya dengan menggelar rangkaian acara penamatan (kelulusan) selama tiga hari berturut-turut.
Tradisi panjang yang terus dirawat ini menjadi momen sakral sekaligus penuh kesan, baik bagi para guru, siswa, maupun orang tua murid yang melepas anak-anak mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Tradisi Unik yang Tetap Lestari.
Kepala SD Advent Tompaso, Linda Mewengkang, S.Pd., menjelaskan bahwa perayaan kelulusan yang berlangsung selama tiga hari ini bukanlah hal baru, melainkan sebuah tradisi yang sudah mengakar kuat di sekolah tersebut.
”Kegiatan penamatan di SD Advent Tompaso memang dilaksanakan berbeda dengan sekolah-sekolah lain. Rangkaian acaranya berlangsung selama tiga hari, dan ini sudah lama dilaksanakan serta telah menjadi tradisi di sekolah kami,” ujar Linda.
Rangkaian acara yang panjang ini didesain sedemikian rupa untuk memberikan apresiasi mendalam atas perjuangan para siswa selama enam tahun menuntut ilmu.
Untuk Tahun Pelajaran 2025/2026 ini, SD Advent Tompaso meluluskan sebanyak 37 orang siswa. Menariknya, Linda Mewengkang mengungkapkan ada cerita unik di balik angka kelulusan tersebut.
Awalnya, jumlah siswa kelas VI yang tercatat di sekolah hanya berjumlah 36 orang. Namun, menjelang pelaksanaan ujian akhir, sekolah kedatangan satu siswa pindahan.
”Sebenarnya siswa kami ada 36 orang, namun mendekati pelaksanaan ujian, ada satu siswa yang pindah ke sekolah kami. Bersyukur, semua proses berjalan lancar sehingga total keseluruhan yang lulus menjadi 37 siswa,” tambahnya.
Melalui momentum penamatan yang meriah dan sarat akan nilai tradisi ini, ke-37 lulusan SD Advent Tompaso diharapkan siap melangkah ke tingkat SMP dengan bekal karakter dan mental yang kuat.(her)




