
OborSulut.com,Kawangkoan – Puskesmas Kawangkoan Baru menggelar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) inisiasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Kegiatan jemput bola ini dipusatkan di SMK Kristen Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, pada Senin (26/10/2026).
Kepala UPT Puskesmas Kawangkoan Baru, dr. Grace L. Sumendap, menjelaskan bahwa selain pemeriksaan fisik, pihaknya turut memperkenalkan program baru berupa sosialisasi dan penyuluhan tentang P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis).
Pemeriksaan gratis ini meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan gula darah dan hemoglobin (HB), tensi, hingga pemeriksaan fisik lainnya.
Sasaran utamanya adalah para siswa, namun kami juga melibatkannya secara menyeluruh termasuk bagi ibu guru dan bapak guru,” ujar dr. Grace saat ditemui di lokasi kegiatan.
Terkait hasil pemeriksaan hari ini, dr. Grace bersyukur sejauh ini belum ditemukan adanya kasus penyakit yang mengkhawatirkan. Seluruh hasil pemeriksaan terpantau dalam kondisi yang baik. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya pelaksanaan program ini agar potensi gangguan kesehatan dapat dideteksi sejak dini, mengingat para siswa berada di usia muda.
”Harapan ke depan, pelaksanaan cek kesehatan gratis ini terus berlangsung. Jadi, kalaupun ada kasus yang kita temukan, bisa langsung ditindaklanjuti sejak dini,” tambahnya.
Dr. Grace juga mengungkapkan bahwa program roadshow ke sekolah-sekolah ini telah menjangkau lima sekolah dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada hari Kamis minggu ini.
Sementara itu, Kepala SMK Kristen Kawangkoan, Steve Pangkey, S.Pd., M.Pd., menyambut baik dan mengapresiasi penuh kehadiran jajaran Puskesmas Kawangkoan Baru di sekolah yang dipimpinnya.
”Ini merupakan momen yang luar biasa setelah saya menjabat sebagai kepala sekolah baru. Kami sangat berterima kasih kepada pimpinan dan tim Puskesmas yang boleh hadir di sekolah kami,” ungkap Steve.
Ia berharap program pemeriksaan kesehatan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat menjadi agenda berkala—baik setiap beberapa bulan sekali maupun setahun sekali.
”Dengan adanya pemeriksaan dini ini, jika ada siswa atau guru yang mengalami keluhan sakit, bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti dengan cepat. Harapan kami kegiatan yang sangat bagus ini bisa rutin dilakukan, sehingga seluruh warga sekolah tetap sehat dan produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.(herdi)




