
OborSulut.com,Kawangkoan – Usai resmi dilantik oleh Bupati Minahasa di Wale Ne Tou Tondano, Hukum Tua Desa Tondegesan yang baru, Hendrie Justus Kuhu, menegaskan komitmennya untuk mengutamakan rekonsiliasi masyarakat sebagai program prioritas dalam 100 hari kerja pertamanya.
Hendri Justus Kuhu menyadari bahwa selama tahapan pemilihan yang lalu, masyarakat sempat terkotak-kotak karena perbedaan pandangan. Oleh karena itu, ia menilai langkah merajut kembali kebersamaan warga adalah fondasi utama sebelum melangkah lebih jauh.
”Program kerja 100 hari ke depan, fokus utama kita adalah rekonsiliasi. Bagaimana caranya kita menyatukan masyarakat yang beberapa bulan ini masih terkotak-kotak agar tidak ada lagi perpecahan,” ujar Hendrie Kuhu usai pelantikan.
Meskipun fokus utama berada pada penyatuan warga, Hendrie memastikan bahwa roda pembangunan di Desa Tondegesan tidak akan terhenti. Ia menegaskan bahwa seluruh program yang telah direncanakan untuk tahun 2026 akan tetap berjalan sesuai jadwal.
”Untuk pembangunan, tetap jalan. Pembangunan tetap berjalan sesuai dengan yang sudah kita programkan. Nanti ke depan, jika ada perubahan atau program-program yang perlu disesuaikan dengan visi dan misi yang telah kita sampaikan, akan kita lihat kembali di masa mendatang,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hendri juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh warga Desa Tondegesan. Ia mengajak masyarakat untuk menanggalkan perbedaan masa lalu demi kemajuan desa yang lebih baik.
”Harapan saya untuk masyarakat, mari kita tinggalkan yang dulu-dulu. Kita harus bersatu untuk Tondegesan yang lebih maju ke depan,” pungkasnya.(her)




