
0-0x0-0-0#
OborSulut.com,Kawangkoan – Suasana Sidang Raya Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) ke-35 di Kiawa Resort, Rabu (1/7/2026), mulai memanas. Memasuki hari ketiga, agenda Sidang Komisi yang membahas Program, Anggaran, hingga Rekomendasi sempat diwarnai adu argumen sengit antara peserta dan pimpinan sidang sebelum jeda makan siang.
Ketegangan memuncak saat agenda pembahasan persiapan pemilihan pengurus untuk periode lima tahun ke depan. Salah satu peserta sidang melontarkan protes keras terkait beredarnya isu di media sosial yang mengklaim bahwa pemilihan pucuk pimpinan KGPM hanya akan diikuti oleh calon tunggal.
Peserta tersebut menyayangkan narasi yang terbangun di luar arena sidang, mengingat hingga saat ini belum ada pembahasan resmi maupun penetapan tata tertib (tatib) pemilihan.
”Bagaimana bisa ada calon tunggal jika tatib saja belum ditetapkan? Ini mencederai semangat demokrasi gerejawi kita,” ujar salah satu peserta di sela-sela sidang.
Agenda sidang hari ketiga ini terbagi ke dalam tiga komisi (A, B, dan C). Mengingat padatnya kegiatan, lokasi pleno diperluas hingga ke gedung gereja di sekitar kawasan Kiawa, termasuk pemanfaatan gedung gereja GMIM setempat.
Di sisi lain, Panitia Pelaksana menerapkan protokol keamanan yang sangat ketat di lokasi Sidang Raya. Akses masuk diawasi secara eksklusif; setiap orang yang hadir diwajibkan memiliki tanda pengenal resmi dan harus melewati pemindaian barcode sebagai syarat mutlak masuk ke area sidang.
Sesuai jadwal, tensi diperkirakan akan semakin meningkat pada Rabu malam. Panitia telah menjadwalkan agenda krusial, yakni Pleno Penetapan Calon Tetap Pimpinan (PP-MG, BPPG, dan MP).
Publik kini menanti apakah pleno malam nanti mampu meredam spekulasi yang berkembang atau justru akan membawa dinamika baru dalam suksesi kepemimpinan KGPM lima tahun ke depan.(**)




