
OborSulut.com,Kawangkoan – Perayaan Pengucapan Syukur Kabupaten Minahasa tahun 2026 yang jatuh pada Minggu (26/7/2026) diawali dengan penuh hikmat melalui ibadah subuh di Gedung Gereja RUT persiapan Jemaat Baru di Sendangan Selatan, Kecamatan Kawangkoan.
Ibadah syukur tersebut dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Sion Sentrum Sendangan, Pdt. Junisar Watulangkow, M.Th.
Dalam kesempatan yang penuh sukacita iman ini, sambutan resmi Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si, MAP dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Minahasa, Ricky H.R. Laloan, S.H., yang juga hadir sebagai pelayan khusus dengan jabatan Penatua di GMIM Sion Sentrum Sendangan.
Menariknya, perayaan ibadah subuh ini juga menjadi momen spesial yang penuh kebahagiaan bagi Penatua Ricky Laloan, yang pada hari yang sama merayakan hari ulang tahunnya yang ke-57.
Pesan dan Visi Pembangunan Bupati Minahasa
Melalui sambutan yang dibacakan oleh Kadis Kominfo, Bupati Minahasa menyampaikan selamat merayakan Pengucapan Syukur kepada seluruh masyarakat Minahasa.
Bupati mengingatkan bahwa Pengucapan Syukur bukan sekadar tradisi leluhur, melainkan wujud nyata kerendahan hati dan ungkapan iman atas segala berkat, hasil kerja, dan penyertaan Tuhan.
“Rasa syukur yang sejati hendaklah tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata, lebih peduli terhadap sesama, menjaga persatuan, saling mengasihi, serta bersama-sama membangun Kabupaten Minahasa agar semakin maju, sejahtera, dan diberkati,” pesan Bupati dalam sambutannya.
Bupati juga menegaskan kembali visi besar pembangunan daerah, yaitu “Minahasa sebagai Daerah Pariwisata yang Maju dan Sejahtera.” Visi ini ditopang oleh kekayaan alam Danau Tondano, kawasan pegunungan yang sejuk, situs sejarah seperti Benteng Moraya, seni budaya, hingga kuliner khas, yang berlandaskan pada filosofi luhur masyarakat Minahasa: “Si Tou Timou Tumou Tou” — manusia hidup untuk memanusiakan manusia.
Dalam perayaan Pengucapan Syukur tahun 2026 ini, pemerintah daerah turut menyampaikan beberapa himbauan penting kepada seluruh warga:
- Merayakan dengan kesederhanaan serta dilandasi sukacita dan rasa syukur kepada Tuhan.
- Menyambut setiap tamu dengan keramahan khas tradisi Minahasa.
- Menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarwarga agar seluruh rangkaian perayaan berlangsung damai.
- Menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
- Mengutamakan keselamatan dalam berkendara di jalan raya.
Perayaan ditutup dengan harapan agar semangat gotong royong dan kebersamaan terus dipelihara, demi mewujudkan Minahasa yang semakin maju di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.(her)




