
OborSulut.com,Langowan – SD Negeri Ampreng, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, resmi mendapatkan bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program ini merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang bertujuan untuk memperbaiki serta membangun fasilitas sekolah agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa maupun guru.
Kepala Sekolah SD Negeri Ampreng, Sasmi Lumenta, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya program ini.

”Tentu kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Presiden Prabowo, Menteri, hingga Dirjen sampai Pemerintah Kabupaten Minahasa atas program revitalisasi ini,” ujar Sasmi Lumenta saat didampingi Bendahara Proyek, Grace Hana Taugan, S.Th.
Berdasarkan data papan proyek, bantuan yang diterima SD Negeri Ampreng mencapai Rp2.797.018.432, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pengerjaan proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 150 hari kalender, terhitung sejak 1 Juli 2026 hingga 30 November 2026.
Adapun lingkup pekerjaan dalam revitalisasi ini mencakup pembangunan baru meliputi Ruang Kelas 3, Kelas 5, Kelas 6, Toilet, dan Ruang Perpustakaan.
Sementara untuk pekerjaan rehabilitasi meliputi Ruang Kelas 1, Kelas 2, Kelas 4, Ruang Kepala Sekolah, Ruang Guru, Ruang UKS, serta Ruang Laboratorium Komputer. Selain itu, terdapat penataan lingkungan yang mencakup pembangunan pagar, paving block, dan drainase.
Terkait tenaga kerja, Sasmi Lumenta menjelaskan bahwa pihaknya melibatkan tenaga kerja lokal serta tenaga profesional asal Langowan untuk memastikan kualitas pekerjaan yang optimal.
Mengingat adanya proses pembangunan yang masif, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan.
”Kami sudah berkonsultasi dengan Ibu Hukum Tua. Kami memohon agar balai desa dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar memasuki tahun ajaran baru,” jelas Sasmi.
Rencananya, sistem KBM akan diatur secara bergantian (shift). Siswa kelas 1 sampai kelas 3 akan masuk pagi, sementara kelas 4 sampai kelas 6 masuk siang, atau dengan pengaturan sistem belajar bergantian setiap satu hingga dua minggu.
Sasmi Lumenta berharap dukungan penuh dari seluruh masyarakat di lingkungan sekitar sekolah. Ia menekankan bahwa revitalisasi ini merupakan program luar biasa yang akan membawa manfaat besar, baik bagi kenyamanan anak-anak dalam belajar maupun bagi kebanggaan nama desa.
”Ketika gedung sekolah ini sudah bagus, anak-anak akan belajar lebih nyaman, dan guru-guru pun dapat menikmati fasilitas yang luar biasa ini,” pungkasnya.(her)




