
OborSulut.com,Tondano – Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar perayaan tradisi Ibadah Pengucapan Syukur Tahun 2026 di Lapangan Dr. Sam Ratulangi, Tondano, pada Minggu (26/7/2026). Perayaan tahun ini dipusatkan sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, menumbuhkan kasih antar-sesama, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak terjebak dalam budaya pemborosan.
Ibadah akbar ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., CGCAE, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng FS, serta Kapolres Minahasa AKBP Steven JR Simbar, S.I.K.
Dari jajaran pemerintah daerah, tampak Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., serta ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Minahasa dan masyarakat luas yang memadati lokasi acara.
Pesan Rohani: Pengucapan Syukur Bukan Ajang Pesta Pora
Dalam pesan rohani yang disampaikan oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th., jemaat diingatkan agar esensi Pengucapan Syukur tidak mengalami pergeseran makna.
”Makna Pengucapan Syukur jangan sampai direduksi sekadar menjadi ajang makan-minum atau pesta pora yang berpotensi menimbulkan pemborosan,” pesan Pdt. Adolf dalam khotbahnya.
Ia menegaskan bahwa perayaan ini sejatinya merupakan bentuk refleksi jati diri masyarakat Minahasa untuk senantiasa mengucap syukur dan mengingat Sang Pencipta atas segala limpahan berkat yang telah diberikan sepanjang tahun.
Selain aspek spiritual, nilai filosofi luhur Si tou timou tumou tou—bahwa manusia hidup untuk menghidupkan orang lain—kembali disuarakan di tengah-tengah jemaat. Masyarakat diajak untuk saling menopang, membantu sesama, serta meninggalkan sifat-sifat saling menjatuhkan.
Melalui perayaan Pengucapan Syukur 2026 ini, pemerintah dan tokoh agama berharap seluruh elemen masyarakat Minahasa dapat terus menjaga persatuan, memperkuat ketahanan sosial, serta mendukung jalannya roda pemerintahan menuju Minahasa yang semakin maju dan sejahtera.(her)




