
OborSulut.com,Tompaso – Gelora tradisi dan gengsi olahraga berkuda mencapai puncaknya di Lapangan Pacuan Kuda Maesa, Tompaso, Sabtu (24/10/2026). Dalam perhelatan akbar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 Tahun 2026, kontingen Sulawesi Utara (Sulut) tampil dominan hingga berhasil menyabet gelar Juara Umum di hadapan publik sendiri.
Atmosfer kemegahan ajang nasional ini kian terasa kental dengan hadirnya jajaran pimpinan daerah. Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, hadir mendampingi jalannya kompetisi bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS., MAP, serta Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina Watok Dondokambey-Lengkong, SE.
Tak hanya sekadar perayaan kemenangan di atas lintasan pacu, ajang ke-60 ini menjadi pembuktian bahwa Minahasa mampu berdiri tegak sebagai episentrum olahraga berkuda nasional.
Dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Minahasa terlihat dari hadirnya jajaran pejabat kunci, mulai dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga jajaran jajaran Camat Tompaso dan Tompaso Barat. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pacuan kuda di Minahasa telah bertransformasi dari sekadar olahraga tradisi menjadi penggerak multi-sektor.
Bupati Minahasa menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Minahasa sebagai tuan rumah Kejurnas adalah momentum strategis.
Penyelenggaraan event berskala nasional ini terbukti tidak hanya melahirkan deretan atlet berprestasi, tetapi juga membawa multiplier effect yang nyata.
”Keberhasilan Sulut meraih gelar juara umum adalah pemicu semangat untuk prestasi yang lebih tinggi. Namun di luar arena, event nasional ini adalah panggung kita untuk mengenalkan potensi wisata Minahasa, memutar roda perekonomian warga, serta memperkuat identitas daerah di kancah nasional,” ungkapnya
Kemenangan kontingen Sulut di tanah sendiri ini menutup lembaran Seri 2 Kejurnas Pordasi ke-60 dengan catatan manis—sebuah perpaduan sempurna antara prestasi olahraga, geliat ekonomi lokal, dan kebanggaan budaya berkuda yang tak lekang oleh waktu.(her)




