
OborSulut.com,Tondano — Suasana Aula Amphitheater Benteng Moraya, Tondano, pecah dan bergemuruh pada Kamis (22/10/2026) malam. Ratusan pasang mata terpaku ke atas panggung saat 24 finalis Pemilihan Waraney dan Wulan Minahasa (PWWM) 2026 unjuk kebolehan dalam ajang Talent Show.
Di antara deretan penampilan luar biasa para finalis, dua anak muda utusan gabungan Sekretariat DPRD, Bapelitbangda, PDAM, serta Kecamatan Kombi dan Remboken—Brandon Natanael Gerungan dan Kayla Kristania Sinaulan—berhasil mencuri perhatian dan menyedot riuh tepuk tangan penonton lewat aksi panggung yang memukau.
Brandon (21), mahasiswa Teknik Informatika UNIMA asal Tondano Timur bernomor urut 21, tampil begitu elegan. Pemuda yang kenyang pengalaman organisasi ini membawakan seni Tari Katrili dengan langkah kaki yang mantap, pembawaan tenang, serta pergerakan yang sangat harmonis bersama pasangannya.
Sementara itu, Kayla Kristania Sinaulan (nomor dada 22) langsung menyedot perhatian begitu menginjakkan kaki di panggung. Mahasiswi STIKES Bethesda Tomohon kelahiran November 2006 ini tampil amat energik.
Memadukan busana tradisional dan modern, kebolehan tangan Kayla mengibaskan kipas selendang (veil fan) bernuansa biru meliuk indah, anggun, bertenaga, serta kaya ekspresi.
Penampilan keduanya membuktikan bahwa keikutsertaan mereka bukan sekadar pamer gaya, melainkan komitmen nyata untuk menjadi duta budaya dan pariwisata Tanah Toar Lumimuut.
Ajang tahunan ini ditegaskan bukan sekadar urusan molek dan tampan atau pamer busana megah. Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Moudy Pangerapan, menekankan pentingnya kualitas diri para peserta.
”Waraney dan Wulan tak boleh cuma mengandalkan fisik. Harus memiliki kecerdasan intelektual, etika, berwawasan luas, dan peduli sesama,” pungkas Moudy menegaskan pesan Bupati.
Atmosfer kompetisi malam itu juga diwarnai kentalnya sinergi antar-OPD dan kecamatan yang gotong royong menyokong utusan masing-masing. Pemerintah Kabupaten Minahasa pun menjamin proses penilaian oleh dewan juri akan berlangsung secara objektif dan transparan.
Malam boleh saja makin larut di kawasan Benteng Moraya, namun semangat para peserta tetap membara. Apapun keputusan dewan juri kelak, Brandon, Kayla, dan seluruh finalis telah membuktikan diri sebagai pemenang: mereka berani melangkah dan siap mengabdikan diri bagi kemajuan Minahasa.(*)




